Easy Blog Tricks


MusicPlaylist

Sabtu, 23 Juli 2011

Pertukaran Pelajar Ke Jepang

Pada tanggal 19 juni 2011, SMAN 1 Rangkasbitung mengirimkan seorang siswanya ke Jepang untuk pertukaran pelajar, dia bernama Mohammad Fahri Azmi, dia adalah anak seorang notaries ternama di daerah Kabupaten Lebak dan sekitarnya, yaitu bapak John Heri Azmi, S.H yang mempunyai kantor di sebelah Pengadilan Rangkasbitung.
Berikut ini biodatanya:

Nama : Mohammad Fahri Azmi
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 11 Januari 1995
Alamat : Jl. R.A Kartini No.53 Rangkasbitung
Agama : Islam
Hobby : Akting
Motto : Lakukanlah sesuatu dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah semata

Saya juga menyempatkan untuk mewawancarainya, berikut ini adalah wawancara saya dengan Fahri :
Fauzi : Gimana nih Perasaannya jadi siswa pertukaran pelajar ke Jepang?
Fahri : Pastinya seneng banget, karena disana itu banyak pengalaman bermanfaat yang bisa didapatkan
Fauzi : Kok bisa sih terpilih jadi siswa pertukaran pelajar ke Jepang?
Fahri : Alhamdulillah, saya juga ga nyangka bisa kepilih jadi siswa pertukaran pelajar ke Jepang, saya terpilih karena berkat dukungan dari semuanya juga.
Fauzi : Gimana caranya bisa terpilih jadi siswa pertukaran pelajar di Jepang?
Fahri : Kalau buat caranya sendiri sih gampang, tinggal daftar aja di KP3B Provinsi Banten
Fauzi : Selain Fahri, siapa aja yang ikut dalam pertukaran pelajar tersebut?
Fahri : kalau dari Banten hanya ada 2 orang saja, yaitu 1 putra dan 1 putri, saya mewakili putra, dan putrinya itu dari Kabupaten Serang
Fauzi : Kalau pelajar Indonesia yang ikut serta dalam pertukaran pelajar tersebut ada berapa orang?
Fahri : Ada 80 orang, terdiri dari grup PASKIBRAKA, SMA IPA, Pesantren, dan siswa yang sedang mempelajari bahasa Jepang
Fauzi : Setelah sampai disana, kegiatan apa aja yang Fahri dan pelajar-pelajar lain lakukan?
Fahri : Disana kita menjadi Mitra Muda Indonesia, dan kegiatan kita itu mempelajari kebudayaan-kebudayaan Jepang dan seluk beluknya
Fauzi : Kan baru-baru ini Jepang terkena Radiasi, gimana keadaanya sekarang?
Fahri : Keadaannya baik-baik aja kok, karena 2 minggu setelah bencana tersebut, pemerintah Jepang langsung menindak lanjuti tempat-tempat yang rusak akibat bencana itu, jadi disana itu sudah tidak ada bekas bencana lagi, karena pemerintah Jepang itu sangat sigap
Fauzi : Kesan setelah pulang dari Jepang apa?
Fahri : Disana tuh sangat menyenangkan, pokoknya betah banget ada disana itu, karena orang-orangnya rajin, sopan-sopan, selalu ontime, dan satu lagi, orang-orang Jepang itu pemalu :D terus mereka itu kalau jalannya cepat-cepat banget :D
Fauzi : Pesan-pesan buat para pelajar di Kabupaten Lebak khususnya SMAN 1 Rangkasbitung?
Fahri : Pesannya belajar yang rajin,jangan pernah putus asa, kalau mau mengikuti program ini, masih ada kok tahun depan, tetep semangat aja, karena saya juga bisa kesana juga berkat Pramuka SMAN 1 Rangkasbitung juga :D
Nah begitulah wawancara saya dengan Fahri, selain itu juga dia menyesalkan kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Lebak terhadap dirinya, begitupun dari pihak sekolah, “menurut saya perhatian pemerintah Kabupaten Lebak itu kurang, karena peserta dari daerah lain itu mendapatkan uang saku yang cukup, bahkan mencapai 6 juta rupiah, sedangkan saya ga dapet sepeserpun, begitupun dari pihak sekolah” ujarnya. Walaupun begitu Fahri sangat mensyukurinya karena itu merupakan pengalaman yang berharga untuknya.

2 komentar:

bos,, klo buat provinsi lain gmna cara daftar nya,,, sperti jatim, apa harus daftar ke KP3B...???

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More